Kamis, 31 Oktober 2019

BANYAKNYA ORANGTUA YANG MELARANG ANAK GADISNYA UNTUK SEKOLAH

    Di jaman sekarang masih saja ada orang tua yang melarang anak gadisnya untuk melanjutkan sekolah, padahal baru lulus SD yang masih membutuhkan pendidikan dan wawasan. Tetapi para orang tua melarangnya dengan alasan," untuk apa punya pendidikan tinggi-tinggi kalo memang wanita itu pada akhirnya ke dapur-dapur lagi, dan kalau kamu tetap ingin sekolah cuma ngabisin uang saja lebih baik kerja atau menikah."
Nah dipaktor inilah banya anak remaja khususnya perempuan yang nikah muda karena paksaan dari orang tuanya yang tidak mau lagi membiayai pendidikannya. Apalagi baru lulus SD udah nikah, duh miris bangat ya mau jadi apa negara ini kalo anak mudanya ga mau belajar, seharusnya di jaman sekarang orang tua lebih mendukung anakanya untuk belajar mau itu dari segi material maupun non material, karena pemuda -pemudi di jaman sekarang akan menjadi pemimpin dimasa depan, para orang belum tau jika anak-anknya tidak dididik maka siapa yang akan meneruskan pemimpin selanjutnya kalo bukan generasi muda saat ini.
    Solusi agar orang tua tidak melarang anaknya untuk belajar, diantaranya orang tua harus memahami pentingnya pendidikan untuk anak-anaknya kalau anaknya tidak dididik mau menjadi apa dia nanatinya, maka masa depan anknya ada di tangan orng tua, memang sebenarnya masadepan kita itu di tentukan oleh diri kita sendiri bukan orng lain sekalipun itu orang tua, tapi di balik itu semua orang tua harus berperan aktif untuk memberi arahan dan motivasi kepada anknya. Karena tidak selamanya seorang anak bisa bertahan tanpa didampingi oleh keluarganya mereka akan membutuhkan arahan dan motivasi dari keluarganya.

FEATURE

                                   Biografi Dewi Rara Santang Ibunda Sunan Gunung Jati


   Dewi Rara Santang lahir pada tahun 1427 masehi, beliau merupakan anak kedua dari perabu Siliwangi seorang Raja kerajaan pajajaran dari istrinya Ratu Subang Larang. Dari kecil beliau sudah memeluk agama islam mengikuti agama ibundanya, meskipun pada waktu itu ayahnya dan kaka tirinya masih memeluk agama budha.
   Pada masa anak-anak dewi rarasantang dihabiskan diistana galauh kawali, akan tetapi setelah ayahnya di angkat sebagai raja diseluruh tanah sunda beliau kemudian hijrah ke kerajaan pajajaran di pakuan.
   Setelah kewafatan ibundanya, beliau memilih keluar istana bersama kakanya Pangeran Walasungsang atu biasa disebut Cakrabuana untuk mengembara dari negri satu kenegri lainnya dan belajar agama islam.
   Sekitar tahun1443beliau menjalankan ibadah haji bersama dengan kakanya, kemudian beliau bertemu dengan jodohnya yang bernama sultan hud, setelah menikah beliau diubah namanya dengan sebutan syarifah mudai'm, dari pernikahannya dikaruniai dua orang anak laki-laki anak pertama syarif hidayatullah atau sunan gunung jati yang menjadi raja di cirebon sementara anak keduanya diberi nama Syarif Nurullah.
  Dimasa tuanya beliau sultan hud meninggal kemudian dijemputlah oleh Syarif Hidayatullah untuk diajak pulang ke cirebon tak lama kemudian beliau wafat dicirebon dan dimakamkan dicirebon pula.

FENOMENA KETIDAKSETIAAN BAHASA INDONESIA PADA GENERASI MILENIAL

    Berbagai bahasa boleh kita kuasai mau itu bahasa indonesia, inggris, arab, maupun bahasa  generasi milenial ini, banyak sekali bahasa-bahasa asing yang sudah menyebar dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga meraka melupakan bahasa daerah sendiri. Disetiapa daerah pasti terdapat beberapa bahasa dan setiapa bahasa terdapat banyak makna, contohnya dalam bahasa sunda kata "makan"Dalam bahasa sunda "tuang, emam, neda, ngawadang dan dalam penempatan pengucapannyapun berbeda-beda .
"Tuang" untuk orang yang lebih tua umurnya dari kita.
"Neda" untuk orang lebih muda umurnya dari kita.
"Emam" untuk sebaya atu seumuran dengan kita.
"Ngawadang" khusus untuk makan siang.
Tidak heran kebanyakan orang lebih menguasai bahasa daerah ketimbang bahasa asing karna bahasa daerah yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita selaku warga Negara Indonesia boleh menguasai bahasa asing, dengan catatan tidak boleh meninggalkan bahasa sendiri karna bahasa Indonesia adalah bahasa yang resmi.
K
(0



   Nilai yang saya harapkan dalam mengerjakan tugas semester satu ini 85,0 itu sudah cukup untuk saya karena saya sadar dalam mengerjakan tugas ini banyak sekali kekurangannya dan ketidak nyambungannya antara pertanyaan dan jawaban saya mohon maaf, dan saya serahkan lagi kepada pak Andi selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia berapapun nilainya saya akan terima:).

EJAAN, RAGAM, SERTA ISTILAH DAN KATA DALAM BAHASA INDONESIA

A. Ejaan Dalam Bahasa Indonesia  
    Ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi bahasa dab bagaimana hubungan antara lambang-lambang itu (pemisahan, pegabungan )dalam suatu bahasa sedangkan menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI). Ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat dan
sebagainya )dibentuk tulisan (huruf -huruf)serta penggunaan tanda-tanda baca.

Ejaan terbagi pada dua bagian yaiti :
1. Ejaan fonetis adalah ejaan yang berusaha menyatakan setiap bunyi bahasa dengan huruf, setelah mengukur dan mencatatnya dengan alat ukur bunyi bahasa.
2. Ejaan fonemis adalah ajaan yang berusaha menyatakan setiap fonem dengan satu lambang atau huruf, sehingga jumlah lambang diperlukan tidak terlalu banyak jika        dibandingkan dengan jumlah lambang dalam fonetis.

     Walaupun sistem ejaan bahasa indonesia sekarang didasarkan atas sistem ponetis, yaitu satu tanda untuk satu bunyi namun masih terdapat kekurangan.Masih terdapat fonem yang dilambangkan dua tanda misalnya : ng, ny, kh, sy dan ada juga yang satu tanda saja yaitu :e.

     Sedangkan sistem ejaan yang dipakai di indonesia terbagi menjadi 3 yaitu :
1. Ejaan ch. A. Van Ophusyen
Ejaan ini merupakan warisan dari ejaan bahasa melayu yang menjadi dasar dan asal bahasa indonesia, ejaan dimulai berlaku pada tahun 1901-1974
2. Ejaan suandi atu ejaan republik
Ejaan ini mulai berlaku sejak tahun 1947-1972
3. Ejaan bahsa indonesia yang disempurnakan 
Ejaan ini sering disebut dengan ejaan yang disempurnakan atau EYD. Ejaan ini mulai berlaku tahun 1972- sampai sekarang.

B. Ragam Dalam Bahasa Indonesia 
   Ragam bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, kawan bicara, irang yang dibicarakan , serta menurut medium pembicara (bachman, 1990).
Ragam bahasa indonesia terbagi dua berdasarkan media
1. Ragam bahasa lisan
2. Ragam bahasa tulisan
     Ragam bahasa tulisan terbagi lagi menjadi dua bagian, ragam bahasa baku dan ragam bahasa tidak baku. Contoh dari ragam bahasa baku adalah ceramah dan pidato, sedangkan contoh dari ragam tidak baku adalah percakapan dengan teman.
     Ragam bahasa tulisan terbagi lagi menjadi dua bagian, ragam bahasa baku dan ragam bahasa tidak baku. Contoh dari ragam bahasa baku adalah menulis laporan tulisan sedangkan ragam bahasa tidak baku adalah menulis dengan bahasa gaul contoh sms.

C. Istilah dan Kata Dalam Bahasa Indonesia 
     Istilah adalah kata atau frasa yang dipakai sebagai nama atau cabang yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atu sifat yang has dalam bidang ilmu pengetahuan teknologi dan seni
                                                                Macam-macam istilah
Istilah terdiri dari dua macam yaitu istilah umum dan istilah khusus.
     Istilah umum adalah istilah yang menjadi unsur bahasa yang digunakan secara umum contohnya;
●Anggaran belanja. Penilaian
●Daya. Radio
●Nikah. Takwa
     Istilah khusus adalah istilah yang pemakaiannya dan maknanya terbatas pada suatu bidang tertentu contohnya;
●Apendektomi kurtosis
●Bipatride pleisosen

     Kata adalah deretan huruf yang diapit oleh dua buah spasi, dan mempunyai satu arti.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 1974 terdapat beberapa definisi mengenai kata yaitu :
●Elemen terkecil dalam sebuah bahasa yang di ucapkan atau di tuliskan dan merupakan realisasi kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat digunkan dalam berbahasa.
●Konversasi, bahasa.
●Morfem atau kombinasi beberapa morfem yang dapat diajarkan sebagai bentuk yang bebas.
●Unit bahasa yang dapat berdiri sendiri dan terdiri dari satu morfem (contoh;kata) atau beberapa morfem gabungan (contoh;perkataan)
Perbedaan Kata dan Istilah
      Perbedaannya terdapat pada jumlah makna, dalam kata terdapat banyak makna. Bisa bermakna sang pembaca, sang penulis, atau yang lain. Sedangkan istilah mempunyai satu makna, misalnya embrio adalah salah satu ilmu yang dipelajari dalam biologi, istilah embrio mempunyai arti  satu yaitu janin. Meskipun kita membuat 10 kalimat dengan istilah embrio maknanya akan tetap.Jadi kesimpulannya semua kata tidak bisa menjadi istilah, tetapi semua istilah dapat menjadi kata.


Rabu, 30 Oktober 2019

SEJARAH KEDUDUKAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA

   Sejarah lahirnya bahasa Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928 yang mengungkapkan pernyataan sebagai berikut :
Kami poetera dan poetri Indonesia
Mengakoe bertoempah darah satoe,
Tanah air Indonesia
Kami poetera dan poetri Indonesia
Mengakoe berbangsa satoe,
Bangsa Indonesia
Kami poetera dan poeteri Indinesia
Mendjoendjoeng bahasa persatoean,
Bahasa Indonesia.
   Pada awalnya bahasa Indonesia dari bahasa Melayu,serumpun dengan Malaysia sehingga bangsa Malaysia banyak yang bisa berbahasa Indonesia.
   Kedudukan bahasa Indonesia sebagai:
1. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional 
2. Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara
Serta bahasa Nasional, bersumber pada sumpah pemuda, sedangkan bahasa Negara bersumber pada UUD 1945.
   Pasal 25, ayat (3):Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Negara sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pengantaar pendidikan, komunikasi tingkat Nasional, pengembangan kebudayaan nasional, transaksi dan dokumentasi niaga, serta sarana pengembangan dan pemanpaatan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan bahasa media massa.
   Pasal 31, ayat (1):Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara,instansi pemerintah RI, lembaga suasta indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia.
   Pasal 33, ayat (1):Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam komunikasi resmi dilingkungan kerja pemerintah dan swasta.

   Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional, berfungsi:
1. Lambang kebanggaan Nasional
2. Lambang identitas Nasional
3. Alat pemersatu sosial dan budaya
4. Alat perhubungan antar budaya dan daerah
    Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara berfungsi sebagai:
1. Bahasa resmi negara
2. Bahasa pengantar di lembaga pendidikan
3. Bahasa resmi dalam perhubungan dan pengembangan kebudayaan, iptek dan tingkat            nasional